Minggu, 06 Mei 2012

Taman Nasional Ujung Kulon-Ekowisata


Taman Nasional Ujung Kulon

Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, ahli botani Belanda dan Inggris sejak 1820.
Sekitar 700 spesies tanaman terlindungi dengan baik dan 57 diantaranya merupakan tumbuhan langka seperti merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), Bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), hujan ki (Engelhardia serrata) dan berbagai jenis anggrek.
Hewan di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptil, 22 jenis amfibi, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang. Hewan langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis Comata Comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus) , kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan obyek wisata alam menarik, keindahan dan keunikan berbagai bentuk fenomena alam dalam bentuk sebuah sungai jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, air panas, taman laut dan warisan budaya / sejarah (Ganesha patung, Gunung Panaitan Merkurius Island). Mereka semua pesona alam dari tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi dan sulit ditemukan di tempat lain.
Spesies yang menarik di Taman Nasional Ujung Kulon, baik yang hidup di laut maupun sungai antara lain ikan kupu-kupu, badut, bidadari, singa, kakatua, glodok dan sumpit. Ikan glodok dan ikan sumpit adalah dua jenis ikan yang sangat aneh dan unik yang ikan glodok memiliki kemampuan memanjat pohon, sedangkan sumpit ikan memiliki kemampuan menyemprot air di atas ketinggian lebih dari satu meter untuk menembak mangsanya (serangga) dalam i daun cabang menonjol di atas permukaan air
Taman Nasional Ujung Kulon dengan Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO Alam pada tahun 1991.
Untuk meningkatkan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis.
Masyarakat yang tinggal di sekitar taman nasional terkenal dengan suku seni debusnya Banten. Masyarakat adalah pengikut Islam, tapi mereka masih mempertahankan adat istiadat, tradisi, dan budaya nenek moyang mereka.
Di dalam taman, ada tempat - tempat suci untuk kepentingan keyakinan spiritual. Tempat yang paling terkenal sebagai tujuan ziarah adalah gua Sanghiang Sirah, yang terletak di ujung barat semenanjung Ujung Kulon.

Lain tempat wisata di sekitar Taman Nasional Ujung Kulon
Tamanjaya dan Cibiuk. Pintu masuk utama dengan fasilitas, pusat informasi, wisma tamu, dermaga, sumber air panas.
Kalejetan Pantai, Karang Ranjang, Cibandawoh. Fenomena gelombang laut selatan dan pantai berpasir tebal, pengamatan tumbuhan dan hewan.
Peucang Island. Pantai pasir putih, terumbu karang, perairan laut yang jernih biru yang ideal untuk acara berenang, menyelam, memancing, snorkeling dan tempat ideal bagi pengamatan satwa di habitat alami mereka.
Karang Copong, Citerjun, Cidaon, Ciujungkulon, Cibunar, layar Cape, dan Ciramea . Menjelajahi hutan, sungai menjelajahi, hewan padang rumput penggembalaan, air terjun dan peneluran penyu.
Handeuleum Island, Cigenter, Cihandeuleum . Pengamatan satwa (banteng, babi hutan, rusa, jejak-jejak badak Jawa dan berbagai jenis burung), menyelusuri sungai di ekosistem hutan mangrove.
Panaitan Island, dan Bukit Mercur y. Menyelam, berselancar, perjalanan dan budaya / sejarah.
Musim kunjungan terbaik: bulan April / d pada bulan September.
Cara pencapaian lokasi:
Jakarta - Serang (1 1/2 jam melalui jalan tol), Serang - Pandeglang - Labuan (1 1/2 jam) atau Jakarta - Cilegon (2 jam melalui jalan tol), Cilegon - Labuan (1 jam) atau Bogor - Rangkasbitung - Pandeglang - Labuan (4 jam) Labuan -. Wells (2 jam), Wells - Peucang Island (1 jam dengan perahu nelayan bermotor) atau Labuan - Pulau Peucang (4 jam dengan perahu nelayan bermotor).

Ekowisata


Walhi Gugat Pengusahaan Tangkuban Perahu
PT GRPP akan menguasai kawasan wisata Tangkuban Perahu, termasuk kawasan lindung.
VIVAnews - Sejumlah aktivis lingkungan menolak pengusahaan kawasan pengelolaan Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu yang saat ini dikuasai PT Graha Rani Putra Persada (GRPP). Bahkan dalam waktu dekat para aktivis akan menggugat pemerintah dalam bentuk class action karena telah memberikan izin pengusahaan itu.

“Saat ini kami bersama sejumlah organisasi lain seperti Sarikat Hijau dan masyarakat adat tengah menyiapkan materi gugatan dengan kuasa hukum Lembaga Bantuan Hukum Bandung,” kata juru Bicara Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat Dadang Sudardja melalui sambungan telepon, Minggu 4 Oktober 2009.

Menurut Dadang, pihaknya menolak pengusahaan Tangkuban Perahu karena sebagian dari kawasan yang akan dikelola PT GRPP itu termasuk kawasan lindung. Apalagi, perusahaan itu akan membangun wisata terpadu termasuk resort.

“Seharusnya pembangunan yang dilakukan di sana tidak bersifat permanen karena akan merusak lingkungan. Pengelolaan seharusnya seperti di Gunung Gede Pangrango yang menggunakan konsep eko wisata,” katanya.

Selain itu, Dadang mengatakan, pihaknya khawatir pembangunan resor di kawasan itu akan menyedot persediaan air sehingga mengurangi jatah air bagi warga Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang. Sebab, Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu terletak di dua kabupaten itu.

“Kami juga minta pemerintah provinsi Jawa Barat untuk bersikap tegas menolak kawasan lindung ini dikelola GRPP,” ujarnya.

Dalam situs resminya, Dinas Kehutanan Jawa Barat menyatakan tidak pernah memberi rekomendasi kepada GRPP untuk mengelola kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu. Bahkan lembaga ini menilai ada yang salah dalam prosedur pemberian izin prinsip pengelolaan ini.

"Ada urutan (prosedur) yang dilompati. Kalau mau dipaksakan, silahkan saja. Tapi jangan paksa kami ikut-ikutan salah" kata Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat Anang Sudarna.

Menurut Anang, sesuai Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor 446/Kpts-II/1996 tentang tata cara Permohonan, Pemberian, dan Pencabutan Izin Pengusahaan Pariwisata Alam, izin bisa dikeluarkan pemerintah pusat, setelah mendapat rekomendasi dari pemerintah daerah.

Dalam kasus Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu, artinya harus ada rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat.

Menanggapi penolakan ini, Direktur PT GRPP Putra Kaban mengatakan, tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Pasalnya, kata Kaban, pihaknya akan mengembangkan kawasan wisata itu tanpa merusak lingkungan yang sudah ada.

“Kalau kami tidak konsisten dengan izin yang sudah diberikan, maka tentu akan ada teguran dari Menteri Kehutanan,” ujar Kaban yang mengatakan, resor yang dia rancang tidak akan dibangun secara permanen.

Kaban mengatakan pengajuan izin pengelolaan ini sudah dia lakukan sejak tahun 2005, saat Jawa Barat masih dipimpin Gubernur Danny Setiawan.

Menurut Kaban, pihaknya sudah sesuai dengan aturan dalam mengelola kawasan wisata Tangkuban Perahu ini dari pemerintah pusat. Pertama, ada Rencana Karya Pengusahaan Pariwisata Alam di Blok Pemanfaatan Taman Wisata Alam dan Hutan Lindung Kawah Gunung Tangkuban Perahu dari 2008 – 2037.

Selain ditandatangani oleh Kaban sendiri, rencana karya yang disahkan tanggal 25 November 2009 itu ditandatangani Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Darori dan Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam Bambang Trihartono.

Kedua, kata Kaban, ada Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor SK 110/IV-SET/2009 tentang Pengesahan Rencana Karya Lima Tahun Pengusahaan Pariwisata Alam Periode 24 Juni 2009 – 24 Juni 2014 di Blok Pemanfaatan Taman Wisata Alam Kawah Gunung Tangkuban Perahu dan kawasan hutan lindung Cikole yang ditandatangani Darori.

Ketiga, persetujuan dari Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Tubagus Unu Nitibaskara tentang Rencana Karya Tahunan
(RKT) pengusahaan pariwisata di kawasan Tangkuban Perahu itu.

“Saya kira hak semua orang untuk menempuh jalur hukum, namun apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan koridor hukum. Jika saya merusak lingkungan, saya akan angkat kaki dari sini,” ujar Kaban yang juga menjadi pengacara itu.

Selasa, 13 Maret 2012

Pembinaan dan Pengembangan Daerah Wisata :Ecotourism dan keseimbangannya dalam penjelasan teknik pemanduan wisata

Studi Kasus Pembinaan dan Pengembangan Daerah Wisata :Ecotourism dan keseimbangannya dalam penjelasan teknik pemanduan wisata

Segarnya udara pegunungan dan hijaunya hutan belantara, menarik banyak perhatian kita akan rasa keingintahuan berbagai potensi yang terdapat dibalik kemegahan alam tersebut. Gesekan ranting-ranting pohon yang tertiup angin lembah dan riuh rendahnya kicauan burung-burung liar menjadikan suatu simponi keindahan tersendiri sebagai suatu daya tarik dalam mengusung kegiatan ekowisata[ecotourism]. Perjalanan kita kali ini adalah mengamati tentang obyek wisata curug seribu dan Pemandian Sumber Air Panas Gn. Salak Endah di daerah Gunung Bunder-Bogor, tepatnya di kaki Gunung Salak Jawa Barat.

Melewati kawasan daerah Wisata Taman Nasional Gn. Salak, diiringi oleh gerimis hujan pegunungan (hujan orografis), kelompok studi wisata alam Univ. Negeri Jakarta (Parwis.05) berjalan dengan hati-hati meniti jalan kecil menuju obyek wisata Sumber air panas Gunung Salak Endah. Daerah yang dilewati menuruni tangga yang merupakan fasilitas yang disediakan oleh pengelola pemda setempat, dan akhirnya setelah berjalan selama 30 menit sampailah di obyek pemandian sumber air panas tersebut. Berbagai karakterististik alam sepanjang perjalanan tersebut dapatlah dijelaskan dan diinformasikan kepada wisatawan sehingga dengan demikian mereka akan tertarik dan tidak terlalu lelah menuju obyek wisata tersebut.

Sumber air panas Gn. Salak Endah, merupakan salah satu obyek wisata alam yang ditawarkan oleh pemda setempat di lingkungan kawasan wisata Taman Nasional Gunung Salak, Secara vulkanologi dan geologi, adanya sumber air panas tersebut dikarenakan adanya kontaminasi sumber mata air artesis dengan panasnya temperatur suhu di dapur magma dari gunung Salak, dengan demikian air yang keluar dari mata air memiliki suhu yang panas, sementara itu kondisi lapisan struktur batuan di sumber air panas tersebut telah mengalami dislokasi wilayah (berubah posisi) akibat dari erupsi gunung Salak beberapa tahun lalu, sehingga daerah tersebut berpadu posisi dengan mineral-mineral (belerang/sulfur) dari dalam bumi. Jadi akhirnya air panas yang keluar ke permukaan bumi terasa panas dan mengandung zat mineral belerang.

Keadaan flora di sekitar taman nasional Gn. Salak dapatlah disimpulkan bahwa kawasan daerah tersebut termasuk jenis hutan hujan tropis, dengan tingkat curah hujan yang tinggi tiap tahunnya, kondisi floranya diselimuti oleh tumbuhan kanopi yang dicirikan berdaun lebar, pinus, albasia, meranti serta memiliki ketinggian lebih dari 15 meter. Di dalam hutan tersebut banyak ditemui juga tumbuhan pakis, anggrek hutan, dan sejenis pandan hutan yang berduri. dibeberapa sisi juga terdapat daerah-daerah yang agak lembap dikarenakan oleh kurangnya sinar matahari sehingga banyak ditumbuhi oleh tumbuhan lumut. Taman Nasional Gunung Salak mungkin adalah salah satu suaka di Indonesia yang paling dikenal dan paling sering dikunjungi orang, sama seperti Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas Jawa Barat. Meskipun ia juga merupakan tempat perlindungan beberapa satwa langka seperti wau-wau kelabu, fungsi utamanya yang dikenal adalah untuk melindungi kehidupan tumbuhan.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju obyek alam yang tak kalah menakjubkan, yakni air terjun Curug Seribu. Perjalanan diawali melalui jalan setapak meniti daerah-daerah hutan hujan tropis. Pada 1 kilometer pertama masih dijumpai tempat tinggal masyarakat, warung-warung kecil yang menyediakan berbagai makanan dan minuman ringan serta rumah-rumah yang disewakan unyuk para wisatawan yang akan berkunjung ke daerah sana. Setelah itu kita mulai memasuki jalan setapak yang mendaki dan mengecil, dengan diiringi oleh gerimis hujan pegunungan, kami terus menyusuri jalan tersebut sampai kurang lebihnya satu jam. Panorama yang dilihat pada saat melewati kawasan hutan tersebut sangatlah indah dan keheningan alam sangat terasa sekali. Selain jalan mendaki, kita juga harus melewati trek jalan yang berundak-undak dengan kondisi yang agak licin. Perlu kehati-hatian, karena kalau tidak anda akan jatuh terjerembab. Sebelum mencapai Curug Seribu disepanjang perjalanan anda akan menjumpai beberapa curug kecil, dan pada saat mencapai Curug Seribu anda akan merasa takjub, bahwa kita sangatlah kecil dibandingkan dengan kebesaran alam ciptaan Sang Kuasa... Percikan air yang begitu berhamburan menerpa muka kita, sampai-sampai kamera pun tidak luput dari serpihan-serpihan air terjun yang terbawa oleh angin di sekitar area curug Seribu. Sebagai tambahan, perhatikan kondisi volume air terjun, karena takutnya di hulu sungai terjadi hujan lokal sehingga mengakibatkan banjir bandang dan akan membahayakan para pengunjung atau wisatawan yang sedang berada di sungai di bawah aliran air terjun tersebut.
  1. Bagaimanakah cara mengembangkan daerah wisata saat ini dengan keadaan indonesia yang sekarang ini selalu mengalami bencana alam seperti banjir dan longsor di beberapa daerah?
  2. Apa tujuan dari perluasan daerah tujuan wisata? 
  3. Taman Nasional Gunung Salak adalah salah satu suaka di Indonesia, sama seperti Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas Jawa Barat, tetapi kebanyakan orang lebih memilih Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas. 
  4. Apakah Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas mempunyai kelebihan dariTaman Nasional Gunung Salak
  5. Bagaimana cara mengembangkan daerah Taman Nasional Gunung Salak pada saat kondisi seperti ini yg dimana sering terjadi bencana alam 
  6. Bagaimana peran masyarakat dan pemda setempat dalam mengembangkan daerah Taman Nasional Gunung Salak untuk kedepannya?

Senin, 12 Maret 2012

Jadwal D-III Smt IV (Kmps. Sudirman)

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP T.A.2011/2012
SEKOLAH TINGGI PARIWISATA SAHID
PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA-JURUSAN USAHA PERJALANAN WISATA
Semester : IV (Empat) 3 orang




Kelas : Reguler





Periode : 19 Maret - 20 Juli 2012




Kampus : Sudirman





1 2 3 4 5 6 7 8
HARI WAKTU MATA KULIAH SKS KELAS DOSEN KET
T P
Senin 08.00 - 09.40 WIB Sejarah Kebudayaan Indonesia 2 0   Dadam Mahdar, S.Sos  
10.30 - 11.20 WIB Kewirausahaan 2 0   Aria Dimas Harapan.,SH,MH  
13.00 - 14.40 WIB Dasar-Dasar Manajemen 2 0   Henry B.S.S, S.Kom  
14.40 - 15.30 WIB MICE II 1 1   Deddy Wijayanto,MPd  
               
Selasa 08.00 - 09.40 WIB Manajemen Operasional UPW 2 0   Budi Sudrajat, A.Md.Par.SE  
10.30 - 12.10 WIB Agama (Gab, D-IV Hotel) 2 0   Nurkholik, S.Ag (Gabung  D-IV Hotel)  
12.10 -13.50 WIB Manajemen Transport 2 0   Denny Biantara,MM  
               
Rabu 08.00 - 12.10 WIB Bahasa Inggris Profesi II 1 2   Rina Kurniawati, S.Pd.MM.MBA  
12.10 - 13.50 WIB Geografi Pariwisata International 2 0   Tine Yuliani, SE  
               
Kamis 11.30 - 13.10 WIB Pendidikan Pancasila 2 0   Ir. Gatot Iswantoro, SH.MH  
             
               
Jum'at 13.00 - 15.30 WIB Bahasa Jepang  (Gbg D-IV UPW) 1 1   Shanti Eriyani, S.Sos  
             
Jumlah SKS Keseluruhan  >>>     19 4      

Jadwal D-IV Smt VI (Kmps. Sudirman)

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP T.A.2011/2012
SEKOLAH TINGGI PARIWISATA SAHID
PROGRAM STUDI DIPLOMA EMPAT-JURUSAN USAHA PERJALANAN WISATA
Semester : VI (Enam) 4 orang




Kelas : Reguler





Periode : 19 Maret - 20 Juli 2012




Kampus : Sudirman





1 2 3 4 5 6 7 8
HARI WAKTU MATA KULIAH SKS KELAS DOSEN KET
T P
Senin 08.50 - 10.30 WIB Statistik Pariwisata 2 0   Soebagyo,SE,MM  
10.30 - 12.10 WIB Ekonomi Pariwisata (Gab D-IV Htl) 2 0   Dr.Dewa Putu Oka Prasiasa,A.Par, MM  
13.00 - 14.40 WIB Pengantar Industri Hospotality & Pariwisata 2 0   AJ. Mulyadi,Drs,MM  
14.40 - 15.30 WIB MICE II 1 1   Deddy Wijayanto,MPd  
               
Selasa 10.30 - 12.10 WIB Agama (Gab, D-IV Hotel) 2 0   Nurkholik, S.Ag (Gabung  D-IV Hotel)  
12.10 -13.50 WIB Manajemen Transport 2 0   Denny Biantara,MM  
13.50 - 16.20 WIB Art & Beuty 0 2   Sri Hastuti (Gabung D-IV Hotel)  
               
Rabu 08.00 - 09.40 WIB Pengetahuan Budaya Bangsa 2 0   Dadam Mahdar,S.Sos  
09.40 -11.20 WIB Psikologi Pelayanan (Gabung D-IV Hotel) 2 0   Drs. Kusmin  
12.10 - 13.50 WIB Geografi Pariwisata International 2 0   Tine Yuliani, SE  
13.50 - 15.30 WIB Wisata Karya 0 2   Derinta Entas, SE,MM  
               
Kamis              
             
               
Jum'at 08.00 - 11.20 WIB Kantor Depan Hotel I  1 1   M. Irfan, S.ST.Par  
             
               
Sabtu              
             
Jumlah SKS Keseluruhan  >>>     18 6      

Jadwal D-IV Smt II (Kmps. Sudirman)

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP T.A.2011/2012
SEKOLAH TINGGI PARIWISATA SAHID
PROGRAM STUDI DIPLOMA EMPAT-JURUSAN USAHA PERJALANAN WISATA
Semester : II (Dua) 10 orang




Kelas : Reguler





Periode : 19 Maret - 20 Juli 2012




Kampus : Sudirman





1 2 3 4 5 6 7 8
HARI WAKTU MATA KULIAH SKS KELAS DOSEN KET
T P
Senin 08.00 - 09.40 WIB Sejarah Kebudayaan Indonesia 2 0   Dadam Mahdar, S.Sos  
10.30 - 11.20 WIB Kewirausahaan 2 0   Aria Dimas Harapan.,SH,MH  
             
               
Selasa 08.00 - 09.40 WIB Kargo 2 0   HM. Eddyson.MM,QIA  
09.40 -13.00 WIB POPW I 0 2   Budi Sudrajat, SE  
13.50 -17.10 WIB Memandu II  1 2   Budi Sudrajat, SE  
               
Rabu 11.30 -13.10 WIB Psikologi Pelayanan (Gbg  DIV Hotel) 2 0   Drs. Kusmin  
13.20 - 17.10 WIB Bahasa Inggris Profesi I 1 2   Rina Kurniawati, S.Pd.MM.MBA  
               
Kamis 08.50 -11.20 WIB Tarif Dokumen  & Pasasi I 1 1   Ambar Kasturi, MM  
12.10 - 14.40 WIB Tata Operasi Darat I 1 1   Ambar Kasturi, MM  
               
Jum'at 08.00 - 11.20 WIB Kantor Depan Hotel I  1 1   M. Irfan, S.ST.Par  
13.00 - 15.30 WIB Bahasa Jepang  (Gbg D-IV UPW) 1 1   Shanti Eriyani, S.Sos  
               
Sabtu              
             
Jumlah SKS Keseluruhan  >>>     14 10